Kamis, 25 September 2014

Kampusku Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)


Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) adalah perguruan tinggi swasta terakreditasi "A" dengan Nomor SK: 074/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013, yang Kota Malang, Jawa Timur. Universitas yang berdiri pada tahun 1964 ini berinduk pada organisasi Muhammadiyah dan merupakan perguruan tinggi Muhammadiyah terbesar di Jawa Timur. UMM termasuk dalam jajaran PTS terkemuka di Indonesia bersama UII dan UMY. Oleh karena didominasi warna dinding putih, UMM sering disebut sebagai kampus putih berpusat di kampus III terpadu Universitas Muhammadiyah Malang


UMM merupakan salah satu universitas yang tumbuh cepat, sehingga oleh PP Muhammadiyah diberi amanat sebagai perguruan tinggi pembina untuk seluruh PTM (Perguruan Tinggi Muhammadiyah) wilayah Indonesia Timur. Program-program yang didisain dengan cermat menjadikan UMM sebagai "The Real University", yaitu universitas yang benar-benar universitas dalam artian sebagai institusi pendidikan tinggi yang selalu komit dalam mengembangkan Tri Darma Perguruan Tinggi
Pada sekarang ini Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menempati 3 lokasi kampus, yaitu kampus I di Jalan Bandung 1, kampus II di Jalan Bendungan Sutami 188 A dan kampus III di Jalan Raya Tlogomas 246. Kampus satu yang merupakan cikal bakal UMM, dan sekarang ini dikonsentrasikan untuk program Pasca Sarjana. Sedangkan kampus II yang dulu merupakan pusat kegiatan utama , sekarang di konsentrasikan sebagai kampus Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu Kesehatan. Sedangkan kampus III sebagai kampus terpadu dijadikan sebagai pusat sari seluruh aktivitas.


Di negeri ini kita baca petunjuk jalan, nama jalan, nama sekolah, universitas dan seterusnya banyak yang menggunakan bahasa Inggris.
Bahkan bahasa Inggris sangat getol digunakan masyarakat kita, mulai rakyat biasa hingga elite tertinggi negeri acapkali memakai bahasa Inggris dalam struktur kalimatnya dalam berpidato dan sebagainya, seolah tidak ada kata lain dalam bahasa Indonesia yang dapat digunakan dalam percakapan sehari-hari.
Namun, tidak semua yang diungkap dalam bahasa Inggris benar, sehingga kerap menjadi bahan olok-olok seperti muncul istilah vickinisasi sekadar untuk mencemoohkan orang yang senang menggunakan istilah asing, tetapi keliru dalam penempatannya.
Demikian pula yang terjadi di dunia pendidikan, kita saksikan nama sekolah ditulis dalam bahasa Inggris. Bahkan gelinya seringkali terjemahan bahasa Inggrisnya keliru.
Lebih baik kita tulis dalam bahasa Jawa saja, justru ini bisa mengangkat jati diri bangsa dan melestarikan bahasa daerah kita.
Petunjuk jalan dan nama jalan saya usulkan untuk dibuat dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah setempat (di Jatim pakai bahasa Jawa).
Nama jalan, nama sekolah, ucapan selamat datang, terima kasih dan sebagainya yang terpampang diruang publik kita upayakan menggunakan bahasa Jawa dan kalau perlu tulisannya juga aksara Jawa.
Negeri ini kaya dengan budaya yang beragam kita mesti bangga. Di negara-negara yang kuat jati dirinya seperti di Jepang, Thailand, Korea mereka memasyarakatkan bahasa setempat untuk nama jalan dan lain-lain yang berada di ruang-ruang publik.
Ada rasa kebanggan dengan budaya yang mereka miliki. Kita semestinya lebih bangga lagi karena kita punya lebih banyak kekayaan budaya.


Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Muhammadiyah_Malang
http://www.umm.ac.id/id/detail-355-tulisan-jawa-di-ruang-publik-opini-umm.html
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar