Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) adalah perguruan tinggi swasta terakreditasi "A"
dengan Nomor SK: 074/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013, yang Kota Malang, Jawa Timur. Universitas yang berdiri pada tahun 1964 ini berinduk pada organisasi Muhammadiyah dan merupakan perguruan tinggi Muhammadiyah terbesar di Jawa Timur. UMM termasuk dalam jajaran PTS terkemuka di Indonesia bersama UII dan UMY. Oleh karena didominasi warna dinding putih, UMM sering disebut sebagai kampus putih berpusat di
kampus III terpadu Universitas Muhammadiyah Malang
Pada sekarang ini Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)
menempati 3 lokasi kampus, yaitu kampus I di Jalan Bandung 1, kampus II
di Jalan Bendungan Sutami 188 A dan kampus III di Jalan Raya Tlogomas
246. Kampus satu yang merupakan cikal bakal UMM,
dan sekarang ini dikonsentrasikan untuk program Pasca Sarjana.
Sedangkan kampus II yang dulu merupakan pusat kegiatan utama , sekarang
di konsentrasikan sebagai kampus Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu
Kesehatan. Sedangkan kampus III sebagai kampus terpadu dijadikan sebagai
pusat sari seluruh aktivitas.
Di negeri ini kita baca petunjuk jalan, nama jalan, nama sekolah,
universitas dan seterusnya banyak yang menggunakan bahasa Inggris.
Bahkan bahasa Inggris sangat getol digunakan masyarakat kita, mulai
rakyat biasa hingga elite tertinggi negeri acapkali memakai bahasa
Inggris dalam struktur kalimatnya dalam berpidato dan sebagainya, seolah
tidak ada kata lain dalam bahasa Indonesia yang dapat digunakan dalam
percakapan sehari-hari.
Namun, tidak semua yang diungkap dalam bahasa Inggris benar, sehingga
kerap menjadi bahan olok-olok seperti muncul istilah vickinisasi sekadar
untuk mencemoohkan orang yang senang menggunakan istilah asing, tetapi
keliru dalam penempatannya.
Demikian pula yang terjadi di dunia pendidikan, kita saksikan nama
sekolah ditulis dalam bahasa Inggris. Bahkan gelinya seringkali
terjemahan bahasa Inggrisnya keliru.
Lebih baik kita tulis dalam bahasa Jawa saja, justru ini bisa mengangkat jati diri bangsa dan melestarikan bahasa daerah kita.
Petunjuk jalan dan nama jalan saya usulkan untuk dibuat dalam bahasa
Indonesia dan bahasa daerah setempat (di Jatim pakai bahasa Jawa).
Nama jalan, nama sekolah, ucapan selamat datang, terima kasih dan
sebagainya yang terpampang diruang publik kita upayakan menggunakan
bahasa Jawa dan kalau perlu tulisannya juga aksara Jawa.
Negeri ini kaya dengan budaya yang beragam kita mesti bangga. Di
negara-negara yang kuat jati dirinya seperti di Jepang, Thailand, Korea
mereka memasyarakatkan bahasa setempat untuk nama jalan dan lain-lain
yang berada di ruang-ruang publik.
Ada rasa kebanggan dengan budaya yang mereka miliki. Kita semestinya
lebih bangga lagi karena kita punya lebih banyak kekayaan budaya.
Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Muhammadiyah_Malang
http://www.umm.ac.id/id/detail-355-tulisan-jawa-di-ruang-publik-opini-umm.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar