Apa itu Tarbiyah? tarbiyah adalah
Pendidikan Agama Islam, bagaimana seorang mahasiswa dituntut untuk
menjadi seorang guru Agama yang profesional. Saya pribadi memilih
jurusan ini karena cita-cita saya adalah menjadi seorang guru agama yang
baik. Awalnya saya diejek oleh teman-teman saya maupun saudara saya,
karena mereka mengganggap menjadi guru agama itu hal yang mudah bagi
mereka dan katanya ilmu agama itu bisa dipelajari sendiri, respon saya
terkejut mendengar perkataan itu karena, saya merasa diremehkan padahal
menurut saya mempelajari ilmu agama sangatlah penting bagi kehidupan
kita. Itulah yang mendasari saya untuk tetap pada pendirian saya taitu
untuk menjadi seorang pendidik. Meskipun banyak cemoohan yang saya
terima tentang jurusan yang saya ambil.Kembali ke pembahasan awal
mengenai jurusan pendidikan agama islam
dalam perspektif masyarakat awam. Seperti yang kita ketahui bahwa
masyarakat awam adalah suatu masyarakat yang hanya mempunyai satau
keyakinan dalam suatu hal contohnya mengenai shalat. Masyarakat di
desa-desa biasanya hanya mengetahui satu cara shalat artinya dalam
masalah gerakan, apabila ada orang asing yang lain cara shalatnya
seperti yang sering masyarakat tersebut lakukan maka otomatis orang
tersebut akan menjadi bahan pembicaraan dan bahkan bisa dianggap sesat
oleh masyarakat desa tersebut.
Adapun pengertian mengenai masyarakat awam yang lain adalah suatu komunitas masyarakat yang umum, masyarakat kebanyakan yang ada, atau orang biasa. Yang berkembang sesuai dengan potensi budaya, adat istiadat, dan agama dengan mewujudkan memberlakukan nilai-nilai yang seadanya dan cenderung alami artinya pemahaman mengenai ajaran agama masih mengikuti peninggalan orang tua dulu yang dimana sulit sekali apabila mau dirubah apalagi menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti sekarang ini. Masyarakat awam dengan kata lain berarti kenal, kurang tahu, dan hanya sedikit tahu, tanpa bimbingan, dorongan dan pendidikan tentang ketauhidan manusia yang belum tentu sadar akan arti keagamaan atau kalau mau di bahasakan secara sederhana maka masyarakat awam itu adalah masyarakat yang memahami sesuatu ala kedarnya, tidak secara mendalam.
Mengenai jurusan pendidikan agama islam yang saya bilang tadi terlalu berlebihan dipahami oleh masyarakat adalah karena kurang pahamnya masyarakat mengenai pendidikan agama islam, yang mereka tahu adalah pendidikan agama islam itu adalah suatu jurusan yang sangat suci dan hanya dipegang oleh orang-orang yang suci. Pemahamn mereka itu tidak salah, wajar mereka mempunyai pemahaman seperti itu karena pedoman yang dipakai oleh orang yang mengajarkan agama islam itu adalah suci yaitu Al-Qur’an dan Al-Hadist. Kalau bahsa yang digunakan oleh dosen profesi keguruan saya adalah guru agama itu adalah orang yang menerima wahyu artinya materi yang disamaikan oleh guru agama itu adalah sama dengan apa yang disampaikan oleh Rasulullah Saw. Yaitu Al-Qur’an. Pemahaman ini bisa dibenarkan, tetapi kebanyakan dalam realitanya banyak yang mengambil jurusan ini karena terpaksa artinya karena tidak ada jurusan lain tempat dia lulus yang pada akhirnya dia belajar agama islam dalam keterpkaksaan yang akibatnya setengah-tengah dalam mempelajarinya. Setelah dia lulus dia tidak mempunyai pemahaman yang mendalam tentang jurusannya artinya pemahamannya sama saja sepeti orang yang tidak mengambil jurusan pendidikan agama islam bahkan lebih pintar. Inilah yang membuat jurusan ini semakin tidak banyak diminati khususnya oleh sebagian pemuda. Mereka lebih memilih jurusan umum yang bisa di bilang tiap tahun semakin banyak lulusannya.
Adapun pengertian mengenai masyarakat awam yang lain adalah suatu komunitas masyarakat yang umum, masyarakat kebanyakan yang ada, atau orang biasa. Yang berkembang sesuai dengan potensi budaya, adat istiadat, dan agama dengan mewujudkan memberlakukan nilai-nilai yang seadanya dan cenderung alami artinya pemahaman mengenai ajaran agama masih mengikuti peninggalan orang tua dulu yang dimana sulit sekali apabila mau dirubah apalagi menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti sekarang ini. Masyarakat awam dengan kata lain berarti kenal, kurang tahu, dan hanya sedikit tahu, tanpa bimbingan, dorongan dan pendidikan tentang ketauhidan manusia yang belum tentu sadar akan arti keagamaan atau kalau mau di bahasakan secara sederhana maka masyarakat awam itu adalah masyarakat yang memahami sesuatu ala kedarnya, tidak secara mendalam.
Mengenai jurusan pendidikan agama islam yang saya bilang tadi terlalu berlebihan dipahami oleh masyarakat adalah karena kurang pahamnya masyarakat mengenai pendidikan agama islam, yang mereka tahu adalah pendidikan agama islam itu adalah suatu jurusan yang sangat suci dan hanya dipegang oleh orang-orang yang suci. Pemahamn mereka itu tidak salah, wajar mereka mempunyai pemahaman seperti itu karena pedoman yang dipakai oleh orang yang mengajarkan agama islam itu adalah suci yaitu Al-Qur’an dan Al-Hadist. Kalau bahsa yang digunakan oleh dosen profesi keguruan saya adalah guru agama itu adalah orang yang menerima wahyu artinya materi yang disamaikan oleh guru agama itu adalah sama dengan apa yang disampaikan oleh Rasulullah Saw. Yaitu Al-Qur’an. Pemahaman ini bisa dibenarkan, tetapi kebanyakan dalam realitanya banyak yang mengambil jurusan ini karena terpaksa artinya karena tidak ada jurusan lain tempat dia lulus yang pada akhirnya dia belajar agama islam dalam keterpkaksaan yang akibatnya setengah-tengah dalam mempelajarinya. Setelah dia lulus dia tidak mempunyai pemahaman yang mendalam tentang jurusannya artinya pemahamannya sama saja sepeti orang yang tidak mengambil jurusan pendidikan agama islam bahkan lebih pintar. Inilah yang membuat jurusan ini semakin tidak banyak diminati khususnya oleh sebagian pemuda. Mereka lebih memilih jurusan umum yang bisa di bilang tiap tahun semakin banyak lulusannya.
Untuk menjadi guru agama memang sangat berat, tapi kebanyakan orang
tidak menganggapnya berat karena seperti yang saya bilang bahwa banyak
yang memilih jurusan ini karena terpaksa bukan karena keinginannnya dari
awal. Oleh sebab itu, dia hanya menganggap biasa-biasa saja dalam
mempelajari dan mengajarkan agama. Menjadi guru agama itu ibarat kertas
putih yang apabila terkenan noda hitam langsung bisa kelihatan. Menjadi
guru agama itu seolah-olah seperti nabi karena dialah yang menjadi
tauladan yang akan diikuti oleh masyarakat pada umumnya dan
siswa-siswanya disekolah khususnya.
Masyarakat awam menganggap bahwa guru agama harus serba bisa apabila disuruh menjadi pemimpin dalam hal kegiatan keagamaan padahal belum tentu semua orang bisa dan apabila tidak bisa tentu akan semakin memperburuk jurusan pendidikan agama islam itu sendiri. Guru agama bisa dibilang adalah orang yang mendakwahkan islam, jadinya harus menguasai pedoman ajaran islam yaitu Al-Qur’an dan Al-Hadis, apabila guru agama islam tidak paham atau tidak bisa mengggunakan pedoman tersebut maka bisa dipastikan ajaran islam akan salah dipahami oleh masyarakat khususnya oleh masyarakat awam.
Masyarakat awam menganggap bahwa guru agama harus serba bisa apabila disuruh menjadi pemimpin dalam hal kegiatan keagamaan padahal belum tentu semua orang bisa dan apabila tidak bisa tentu akan semakin memperburuk jurusan pendidikan agama islam itu sendiri. Guru agama bisa dibilang adalah orang yang mendakwahkan islam, jadinya harus menguasai pedoman ajaran islam yaitu Al-Qur’an dan Al-Hadis, apabila guru agama islam tidak paham atau tidak bisa mengggunakan pedoman tersebut maka bisa dipastikan ajaran islam akan salah dipahami oleh masyarakat khususnya oleh masyarakat awam.
By: Nurul Aprilia
Sumber :http://anwarmyla.blogspot.com/2013/11/jurusan-pendidikan-agama-islam-dalam.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar